Postingan

Gloomy Monday, It's Okay Part 1

          Malam itu terasa lengkap. Setelah lelah badan ini remuk tanpa sebab, ditambah lagi curhatan rekan kerja yang sebenarnya malas untuk aku dengarkan. Dia mencintai wanita yang kucintai. Dia teman dekatku juga mencintai saudara jauhnya. Yang kucintai.           "Banyak sekali? kau playboy? Sepertinya kamu akan terus menjadi playboy deh ca." Kalimat itu terlintas lagi di pikiranku malam itu. Kalimat itu seolah menjadi kutukan abadi untukku, yang pernah ia ucapkan dua tahun lalu. Entahlah, dari dulu aku memang tak suka setiap kalimat yang keluar dari mulutnya. Namun herannya, semua orang menyukainya. Semua orang menganggapnya itu hal yang lazim. Mereka menganggapnya quotes motivasi. Tapi tidak bagiku. Kalimat yang keluar dari mulutnya adalah kutukan untukku yang sulit menerima kebenaran.           Lupakan. Anggap saja kalimat itu hanya pemanis cer...

Rumah

Gambar
  Rumah adalah selimut yang hangat. Rumah adalah pelukan yang nyaman. Rumah adalah pelindung setia. Rumah menahan perih sengatan panas matahari. Rumah meredam sambaran petir nan ribut. Rumah melindungi kami dari hujan dan angin yang dinginnya menusuk tubuh dalam-dalam.  Rumah adalah kesatuan material yang kokoh. Menyatukan kami dalam ikatan keluarga. Rumah adalah tempat kami bercengkrama, bercerita, tertawa riang atau saling menyeka air mata karena takut akan badai diluar sana. Rumah, disinilah aku dilahirkan. Disinilah aku merasa aman. Disinilah aku tumbuh menjadi anak yang sehat. Dan disinilah aku di didik dan di rawat oleh Ayahanda dan Ibunda tercinta. Rumah yang aku rindukan... Tapi kini aku selalu melewatimu. Tak ada lagi yang merawatmu. Rumahku tak ramai lagi seperti dulu. Satu persatu pergi nan jauh. Menyisakan duka nan pilu. Mereka mencari yang baru bersama yang baru. Biarlah, memang seperti itu.